Politik - Laporan Observasi
LAPORAN PERTUMBUHAN BUDAYA POLITIK MASYARAKAT KELURAHAN SUKORAME
Disusun oleh Kelompok 3 :
· Faradila (10)
· Fihimatika Jauhar M (11)
· Lili Amelia U (18)
· Salsabila Azzahro (31)
· Yentritenia Fathimah A (33)
Narasumber : Iswahyudi
Tempat dan Tanggal Pelaksanaan : Kelurahan Sukorame RW 06 RT 21
Hari Minggu, 6 Agustus 2017
Pukul 15.00 – 16.00 WIB
Hasil Observasi :
Berdasarkan hasil wawancara yang kelompok kami lakukan dengan Bapak Iswahyudi selaku Ketua RW VI pada hari Minggu, 6 Agustus 2017 mengenai partisipasi warga dalam proses pemerintahan, kami mendapat beberapa keterangan sebagai berikut. Bapak Iswahyudi telah menjabat sebagai Ketua RW VI selama 2 periode atau 6 tahun. Sebelum beliau menjabat sebagai Ketua RW, belum ada pembagian kepemimpinan di kelurahan tersebut seperti RT dan RW. Hal tersebut menjadikan kondisi daerah tersebut kacau.
Tugas Pak Iswahyudi sebagai RW adalah menginformasikan kepada ketua RT progam kerja apa saja yang berikan oleh Ketua Kelurahan. Program kerja tersebut biasa disebut Prodamas atau Program Pemberdayaan Masyarakat, seperti kerja bakti, pemasangan bendera untuk menyambut HUT RI, dan pembersihan gorong-gorong.
Masyarakat dan ketua RT serta ketua RW tidak hanya menerima perintah dari ketua kelurahan, mereka sering kali memberikan usulan mengenai hal-hal apa saja yang sekiranya perlu untuk diadakan. Berdasarkan keterangan Bapak Iswahyudi, masyarakat daerah tersebut aktif dalam memberikan usul serta mengikuti program kerja yang telah diberikan. Dan dalam melaksanakan program tersebut, warga tidak memberikan tanggapan negatif.
Setiap bulan pada Kelurahan Sukorame selalu diadakan rembug warga yang bertujuan untuk menampung segala usulan yang ada dan menyelesaikan perbedaan pendapat yang ada. Namun selama Bapak Iswahyudi menjabat sebagai Ketua RW, belum pernah terjadi pembedaan pendapat yang serius atau berujung pada perselisihan antar warga, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yaitu sebelum dipilihnya ketua RW dan RT.
Jadi dapat kita simpulkan bahwa sebelum dipilihnya ketua RT dan RW, masyarakat Kelurahan Sukorame termasuk dalam tipe budaya politik kaula atau subjek (Subject Political Culture) karena mereka cenderung pasif dalam membicarakan masalah yang terjadi di sekitar. Namun setelah dipilihnya ketua RT dan RW, masyarakat menjadi lebih tertib dan aktif dalam menjalankan program-program yang ada. Keaktifan tersebut menandakan mereka termasuk dalam tipe budaya politik partisipan (Participant Political Culture).